Friday, November 21, 2008

Tugas Animasi

1. Tuliskan definisi dari Animasi minimal 3!
jawab :
Animasi, atau lebih akrab disebut dengan film animasi, adalah film yang merupakan hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak. Pada awal penemuannya, film animasi dibuat dari berlembar-lembar kertas gambar yang kemudian di-"putar" sehingga muncul efek gambar bergerak. Dengan bantuan komputer dan grafika komputer, pembuatan film animasi menjadi sangat mudah dan cepat. Bahkan akhir-akhir ini lebih banyak bermunculan film animasi 3 dimensi daripada film animasi 2 dimensi.

Animasi adalah film yang berasal dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak. Bentuk animasi tertua diperkirakan wayang kulit. Karena wayang memenuhi semua elemen animasi seperti layar, gambar bergerak, dialog dan ilustrasi musik.

animasi merupakan rangkaian sejumlah gambar yang ditampilkan secara bergantian. Animasi tidak hanya berguna untuk film saja,dalam dunia situs web, animasi digunakan untuk memberikan sentuhan manis pada situs,dalam dunia pendidikan animasi dapat digunakan sebagai alat bantu penjelasan agar orang-orang yang diajar bisa lebih memahami maksud suatu konsep

Animasi adalah suatu gambar yang bisa digerakan dengan sendirinya, atau dengan bantuan program tertentu, sebuah gambar bisa bergerak sesuai keinginan pembuatnya, biasanya gambar animasi diperuntukan untuk pertunjukan kepada orang lain, atau sebagai hiburan.

Animasi adalah proses penciptaan efek gerak atau efek perubahan bentuk yang terjadi
selama beberapa waktu. Animasi bisa berupa gerak sebuah objek dari tempat yang satu
ke tempat yang lain, perubahaan warna, atau perubahan bentuk (yang dinamakan
“morphing”)

Animasi adalah simulasi gerakan yang dibuat dengan memamerkan gambar berseri
atau kumpulan frame. Jika pernah memainkan ujung kanan buku dan dibuka dengan
cepat, maka seperti itulah prinsip dasar dari animasi; nomor halaman buku
terlihat seperti bergerak dan bergantian hingga habis. Kartun di televisi
adalah salah satu contoh dari animasi. Animasi di komputer merupakan salah satu
bentuk dari bumbu presentasi multimedia.

2. Jelaskan perkembangan animasi dari masa ke masa!
jawab:
sejarah
Animasi mulai berkembang sekitar abad ke-18 di Amerika. Pada saat itu teknik stop motion animation banyak disenangi. Teknik ini menggunakan serangkaian gambar diam/frame yang dirangkai menjadi satu dan menimbulkan kesan seolah-olah gambar tersebut bergerak. Teknik ini sangat sulit, membutuhkan waktu, juga biaya yang banyak. Karenauntuk menciptakan animasi selama satu dektik, kita membutuhkan sebanyak 12-24 frame gambar diam. Bayangkan jika film animasi itu berdurasi satu jam bahkan lebih.
J. Stuart Blackton mungkin adalah orang Amerika pertama yang menjadi pionir dalam menggunakan teknik stop motion animation. Beberapa film yang telah diciptakannya dengan menggunakan teknik ini adalah The Enchanted Drawing (1900) dan Humorous Phases of Funny Faces (1906).
Selanjutnya, setelah teknologi komputer berkembang, bermunculan animasi yang dibuat dengan teknologi komputer. Animasi itu macam-macam jenisnya. Ada yang 2 dimensi (2D) dan 3 dimensi (3D). Pada animasi 2D, figur animasi dibuat dan diedit di komputer dengan menggunakan 2D bitmap graphics atau 2D vector graphics. Sedangkan 3D lebih kompleks lagi karena menambahkan berbagai efek di dalamnya seperti efek percahayaan, air dan api, dan sebagainya.
Tokoh yang dianggap berjasa besar mengembangkan film animasi adalah Walt Disney. Walt Disney banyak menghasilkan karya fenomenali Mickey Mouse, Donald Duck, Pinokio, Putri Salju, dan lainnya. Walt Disney pulalah yang pertama membuat film animasi bersuara. Yakni, film Mickey Mouse yang diputar perdana di Steamboat Willie di Colony Theatre, New York pada 18 November 1928. Walt Disney juga menciptakan animasi berwarna pertama yakni, Flower and Trees yang diproduksi Silly Symphonies di tahun 1932.
Film animasi merambah pula ke negara-negara Asia. Jepang misalnya juga telah mengambangkan film animasi sejak tahun 1913 dimana pada waktu itu dilakukan First Experiments in Animation oleh Shimokawa Bokoten, Koichi Junichi, dan Kitayama Seitaro pada tahun 1913. Selanjutnya, animasi di Jepang mengikuti pula perkembangan animasi di Amerika Serikat seperti dalam hal penambahan suara dan warna. Dalam perkembangan selanjutnya, kedua negara ini banyak bersaing dalam pembuatan animasi. Amerika dikenal dengan animasinya yang menggunakan teknologi yang canggih dan kadang simpel. Sedangkan animasi Jepang mempunyai jalan cerita yang menarik. (Pmails/ Cesar Zehan Camille)

Awal Mula MunculnyaAnimasi
Animasi adalah salahsatu elemen multimedia yang memang sangat menarik, Sebab, ia mampu membuatsesuatu seolah-olah
bergerak. Padahal animasi adalah rangkaian sejumlah gambaryang ditampilkan secara bergantian. Animasi tidak hanya berguna
untuk filmsaja. Dalam dunia situs web, animasi digunakan untuk memberikan sentuhan manispada situs. Bahkan bagi dunia
pendidikan, animasi juga dapat digunakan sebagaialat bantu untuk menjelaskan sesuatu agar orang yang diajar bisa lebih
memahamimaksud suatu konsep.
Kata “animasi‘sebenarnya adalah penyesuaian dari kata “animation”, yang berasal dari katadasar “to
animate” yang dalam kamus umum Inggris-Indonesia berarti“menghidupkan”. Secara umum, animasi
merupakan suatu kegiatan menghidupkan ataumenggerakkan benda mati. Maksudnya, sebuah benda mati diberikan
dorongankekuatan, semangat, dan emosi untuk menjadi hidup dan bergerak atau hanyaberkesan hidup.
Sebenarnya, sejakzaman dulu, manusia sudah mulai melakukan teknik animasi, yakni dengan mencoba“menganimasi”
gerak gambar binatang. Hal itu terungkap oleh penemuan para ahlipurbakala di gua Lascaux di Spanyol Utara, yang sudah berumur
200.000 tahunlebih. Di dinding gua itu, mereka menemukan gambar binatang dengan jumlah kakidelapan yang posisi badannya
tengah bertumpuk-tumpuk. Di duga, dulu manusiapurba yang hidup di gua itu telah membuat semacam “gambar
bergerak” dengan caramenumpuk-numpuk gambar atau sketsa binatang.
Di belahan bumi yanglain, di Mesir, ada gambar para pegulat sedang bergumul yang susunannyaberurutan pada dinding. Para
arkeolog memperkirakan dekorasi di dinding itudibuat oleh orang-orang Mesir kuno pada tahun 2000 sebelum Masehi.
Sementara di Jepang,para arkeolog menemukan gulungan lukisan kuno yang memperlihatkan suatu alurcerita yang hidup, yang
diperkirakan dibuat pada masa Kerajaan Heian, yaknisekitar tahun 794-1192.
Sedangkan di Eropa,pada abad ke-19 sudah muncul mainan yang disebut Thaumatrope. Mainan iniberbentuk lembaran cakram tebal
yang di permukaannya terdapat gambar burungdalam sangkar. Kedua sisi kiri dan kanan cakram tersebut diikat dengan seutastali.
Bila cakram tebal itu dipilin dengan tangan, maka gambar burung itu akantampak bergerak. Dengan demikian, mainan ini bisa
dikategorikan sebagai animasiklasik.
Dan di tahun 1892,Emile Reynauld mengembangkan mainan gambar animasi yang disebut Praxinoscope.Mainan ini berupa
rangkaian ratusan gambar yang diputar dan diproyeksikan padasebuah cermin sehingga tampak menjadi sebuah gerakan seperti
layaknya film.Mainan ini selanjutnya dianggap sebagai cikal bakal proyektor pada bioskop.
Di Indonesia? Mungkinkita juga bisa mengklaim bahwa pada 4 hingga 3 juta tahun yang lalu dalamperadaban budaya Indonesia
sudah ada lukisan animasi. Hal itu dibuktikandengan lukisan-lukisan yang ada di GuaLeang-Leang (Sulawesi), beberapa gua di
Kalimantan Timur, serta gua-gua yangmasih murni tersimpan di alam Papua. DiPulau Jawa, sejak zaman dulu juga sudah ada seni

Comic Strip yang sering kita lihat sehari-hari sebenarnya sudah menjadi tampilan pada dekorasi tembok di Mesir sekitar 2000 tahun sebelum masehi, menceritakan banyak hal yang terjadi di Mesir waktu itu dari mulai tata cara kehidupan keseharian, pemerintahan sampai adu gulat antar prajurit. Leonardo Da Vinci juga menampilkan gerakan tangan yang berputar pada karya besarnya yaitu Vitruvian Man. Illustrasi malaikat-malaikat pada mural gereja karya Giotto juga memperlihatkan repetisi gerakan yang kontinyu. Di Jepang orang menggunakan gulungan gambar untuk menceritakan cerita panjang sama seperti layaknya Wayang Beber di Jawa. Pada tembok Candi Borobudur juga terdapat urutan cerita tentang perjalan tiga babak Sidharta Gautama.

Namun seiring dengan perjalanan waktu manusia mencoba tidak hanya menangkap gambar tapi juga berupaya membuat karya artistiknya menjadi hidup dan bergerak. Sejak mula gambar babi hutan di dinding gua Altamira-Spanyol Utara hingga perjalanan kematian para Firaun adalah sebuah kronologi panjang yang dicoba untuk dikumpulkan sebagai bahan awal mula dari animasi.

ThaumatropeAnimasi, sebenarnya tidak akan terwujud tanpa didasari pemahaman mengenai prinsip fundamental kerja mata manusia atau dikenal dengan nama The Persistance of Vision. Seperti ditunjukan pada karya seorang Prancis Paul Roget (1828), penemu Thaumatrope. Sebuah alat berbentuk kepingan yang dikaitkan dengan tali pegas diantara kedua sisinya. Kepingan itu memiliki dua gambar pada sisinya. Satu sisi bergambar burung, satu sisi lainnya bergambar sangkar burung. Ketika kepingan berputar maka burung seolah masuk kedalam sangkarnya. Proses ini ditangkap oleh mata manusia dalam satu waktu, sehingga mengekspose gambar tersebut menjadi gerak.

Dua penemuan berikutnya semakin menolong mata manusia. Phenakistoscope, ditemukan oleh Joseph Plateu (1826), merupakan kepingan kartu berbentuk lingkaran dengan sekelilinganya di penuhi lubang-lubang dan gambar berbentuk obyek tertentu. Mata akan melihat gambar tersebut melalui cermin dan pegas membuatnya berputar sehingga satu serial gambar terlihat secara progresif menjadi gambar yang bergerak kontinyu. Teknik yang sama di tampilkan pada alat bernama Zeotrope, ditemukan oleh Pierre Desvignes (1860), berupa selembar kertas bergambar yang dimasukan pada sebuah tabung.

Phenakistoscope Zeotrope

Phenakistoscope dan Zeotrope

Pengembangan kamera gerak dan projector oleh Thomas Alfa Edison serta para penemu lainnya semakin memperjelas praktika dalam membuat animasi. Animasi akhirnya menjadi suatu hal yang lumrah walaupun masih menjadi “barang” mahal pada waktu itu. Bahkan Stuart Blackton, diberitakan telah membuat membuat film animasi pendek tahun 1906 dengan judul “Humourous Phases of Funny Faces”, dimana prosesnya dilakukan dengan cara menggambar kartun diatas papan tulis, lalu difoto, dihapus untuk diganti modus geraknya dan di foto lagi secara berulang-ulang. Inilah film animasi pertama yang menggunakan “stop-motion” yang dihadirkan di dunia.

Pada awal abad ke dua puluh, popularitas kartun animasi mulai menurun sementara film layar lebar semakin merajai sebagai alternatif media entertainment. Publik mulai bosan dengan pola yang tak pernah berganti pada animasi tanpa didalamnya terdapat story line dan pengembangan karakter. Apa yang terjadi pada saat itu merupakan kondisi dimana mulai terentang jarak antara film layar lebar dan animasi, kecuali beberapa karya misalnya Winsor McCay yang berjudul Gertie the Dinosaur, 1914. McCay telah memulai sebuah cerita yang mengalir dalam animasinya ditambah dengan beberapa efek yang mulai membuat daya tarik tersendiri. Hal ini juga mulai terlihat pada karya Otto Messmer, Felix the Cat.

“Plots? We never bothered with plots. They were just a series of gags strung together. And not very funny, I’m afraid.” - Dick Huemer, 1957

Pada era ini, cerita animasi masih banyak terpengaruh pola cerita klasik, mungkin masih terasa hingga saat ini. Tipikal ceritanya selalu dengan tokoh yang menjadi hero dan musuhnya. Industri animasi mulai kembali menanjak di Amerika manakala komersialiasi mulai merambah dunia tersebut. Cerita and strory line pun mulai beragam disesuaikan dengan demand publik. Industri-industri film raksasa mulai membuat standardisasi animasi yang laku di pasaran. Biaya produksi pun dapat ditekan dan tidak setinggi dulu. Akhirnya kartun mulai memasuki era manufaktur dipertengahan abad ke dua puluh.



3. Jelaskan dan beri contoh manfaat dari animasi
Jawab :
Manfaat Animasi
Ide kreator sangat luas, bahkan tak terbatas. Tetapi manusia terkendala oleh sarana
prasarana, kelemahan fisk dan banyak lagi kendala yang menyebabkan tidak semua ide
dapat diwujudkan dengan teknik sinematografi konvensional. Misalnya adegan runtuhnya
bangunan bertingkat, adegan memasuki lubang jarum, adegan memasuki liang semut,
kamera mewakili mata orang ang sedang terjatuh dari tebing jurang, terlalu beresiko bagi

keselamatan jiwa, dan jika dipaksakan tentu memakan biaya yang besar untuk mereka
teknik pengambilannya. Dalam situasi inilah gambar rekaan (animasi) diperlukan.
Animasi juga diperlukan untuk menggerakkan objek yang tidak ada di alam nyata
misalnya logo, tulisan-tulisan dan objek-objek modeling lainnya. Umumnya binatang
berkaki empat. Animator dapat mengabulkan jika pemilik gagasan menginginkan
dihadirkan binatang dengan kaki tiga atau bahkan berkaki dua setengah. Pendek kata,
gambar rekaan atau animasi mengatasi keterbatasan manusia akan objek, gerakan maupun
sudut pandang

Metode belajar visual menggunakan animasi harus segera dikembangkan di Indonesia. Dengan melihat animasi, pelajaran atau ilmu pengetahuan umum yang disampaikan akan lebih mudah ditangkap dan diingat oleh peserta didik.